Jajaran Polresta/ Polres di wilayah bagian barat Polda Jawa Tengah mulai mematangkan strategi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Wilayah Aglomerasi I yang digelar di Aula Rekonfu Polresta Banyumas, Sabtu (7/3/2026).
Rakor tersebut melibatkan jajaran kepolisian dari tujuh wilayah, yakni Polresta Banyumas, Polresta Cilacap, Polres Purbalingga, Polres Brebes, Polres Tegal, Polres Tegal Kota dan Polres Pemalang, sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. Hadir pula Wakapolresta dan Kabag Ops Polresta Banyumas.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., yang memimpin langsung Rakor tersebut menegaskan, keberhasilan pengamanan arus mudik sangat ditentukan oleh koordinasi lintas wilayah. Menurutnya, komunikasi yang efektif antar Polres menjadi kunci utama dalam mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas.
“Keberhasilan Operasi Ketupat Candi sangat bergantung pada komunikasi antarwilayah. Semua harus mengambil peran dan langkah antisipasi baik saat arus mudik maupun arus balik,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut, dipaparkan strategi aglomerasi yang bertujuan menyamakan persepsi petugas di lapangan serta meminimalisir kemacetan di jalur mudik utama.
Berdasarkan analisis dilapangan, terdapat delapan titik rawan kepadatan lalu lintas di wilayah Aglomerasi I, antara lain Pasar Induk Brebes, Pasar Bulakamba, Ajibarang Banyumas, perlintasan rel Randegan Sampang Cilacap, Pasar Banjaran Tegal, Jalan Jenderal Sudirman Pemalang, jalur Gembong–Brobot Purbalingga, serta Simpang Terminal Kota Tegal.
Selain itu, puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 13 Maret, bertepatan dengan dimulainya masa libur sekolah. Namun, pergerakan masyarakat diperkirakan lebih tersebar karena adanya tambahan libur pada 16–18 Maret.
Kapolresta Banyumas juga menekankan pentingnya kesiapan sarana pendukung di lapangan, mulai dari mobil derek, tim pengganjal kendaraan, hingga tim pemotong pohon untuk mengantisipasi kejadian tak terduga di jalur mudik.
“Prinsip yang harus dipegang adalah keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat. Personel harus mengedepankan konsep safety and hospitality agar pemudik merasa aman dan nyaman,” terang Kombes Pol Petrus Silalahi.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal menyatukan strategi antarwilayah dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
(PID Presisi Humas Polresta Banyumas)
Tidak ada link yang tersedia.